Welcome at My Blog.....

Selamat datang di blog saya, semoga para pembaca mendapatkan manfaat dan inspirasi dari tulisan yang ada di blog ini,, selamat membaca!!!!!

Create your own at MyNiceProfile.com

Minggu, 24 Juni 2012

Prospek Investasi di Indonesia


Prospek Investasi di Indoenesia
Posisi Indonesia dalam rantai perekonomian global semakin membaik. Sebab, realisasi investasi ke dalam negeri terus meningkat dan berpotensi mendorong Indonesia masuk dalam jajaran negara-negara dengan perekomian terbesar di dunia.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi berpendapat, meningkatnya investasi di Indonesia tersebut mesti dibarengi langkah pemerintah dalam memberikan sentimen positif pada roda investasi. Terutama, bagi pemodal dari luar negeri.
Fauzi Ichsan, Ekonom Stanchart memperkirakan, derasnya investasi asing ke Indonesia tersebut karena dipicu tiga pilar. Pertama, roda perekonomian Indonesia ditopang konsumsi domestik yang tinggi. "Di saat krisis global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat. Sebab, 70 persen ditopang konsumsi domestik," ujarnya saat dihubungi VIVAnews.com di tempat terpisah, Selasa. Pilar kedua, dia menambahkan, adalah sektor komoditas. "Kita tahu, dalam 5-10 tahun ke depan permintaan komoditas seperti batu bara, minyak bumi, dan gas tetap tinggi. Nah, Indonesia merupakan negara kaya akan komoditas," kata Fauzi. Sedangkan pilar ketiga, Fauzi melanjutkan, komitmen pemerintah dalam membangun sektor infrastruktur. "Lihat saja, dengan infrastruktur yang kurang memadai saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6-6,5 persen. Apalagi ditopang infrastruktur, kemungkinan bisa tembus angka delapan persen," tuturnya. Untuk itulah, kata dia, investor asing atau sejumlah negara terus melirik Indonesia sebagai ladang investasi. Tak terkecuali, negara-negara Eropa yang saat ini sedang dihantui krisis ekonomi. "Indonesia akan menemani China dan India, sebagai negara berkekuatan ekonomi baru di Asia," ujar Fauzi.
Berbicara mengenai investasi di Indonesia, Indonesia sendiri memiliki sumber daya alam yang sangat baik untuk di jadikan sarana investasi bagi para investor. Para investor sangat banyak teratrik berinvestasi di Indonesia karena komoditasnya semakin tinggi. Seperti batu bara dan minyak sawit yang menjadi investasi terbesar di Indonesia.
Kunci keberhasilan Indonesia dalam memastikan prospek investasi yang lebih atau tetap cerah seperti beberapa tahun terakhir terletak pada menentukan proses apa yang harus diwujudkan. Dalam hal investasi sektor riil, proses tersebut dapat dikategorikan menjadi tiga. Pertama proses mewujudkan iklim investasi yag lebih menarik dan kompetitif dari segala keamanan, kecepatan pelayanan perizinan, dan kepastian hukum. Kedua adalah proses mempromosikan Indonesia kepada dan di antara negara-negara lain di Asia dan dunia. Ketiga adalah proses mempertahankan investasi yang sudah berjalan atau sudah disetujui. Agar investasi yang sudah ada bisa ditingkatkan maka dukungan masyarakat terhadap pentingnya investasi juga perlu  ditingkatkan. Inilah tiga proses atau lebih tepatnya tiga proses yang harus dipenuhi oleh Indonesia untuk memastikan prospek investasi yang tetap cerah di tengah-tegah resesi perekonomian global. Tiga prinsip tersebut bila dijalankan dengan baik akan mengemas profil, kebutuhan, dan karakter Indonesia sebagai tujuan investasi unggulan.
Profil Indonesia adalah negara besar yang kaya sumber daya alam namun masih dalam tahap membangun. Kebutuhan Indonesia adalah pembagunan fisik serta manusia dengan latar belakang yang sangat  majemuk dan demografi yang sangat muda. Serta karakter masyarakat agraris yang sedang mengalami perubahan fundamental sebagai akibat dari proses demokrasi dan desentralisasi yang sangat cepat.
Sebenarnya resesi perekonomian kali ini membawa beberapa peluang nyata bagi Asia, khususnya Indonesia. Pertama, sebelum AS resmi dideklarasikan mengalami resesi, para ekonom dunia sudah memprediksikan potensi Asia sebagai garda depan pertumbuhan ekonomi dunia, terutama India dan China sebagai lokomotifnya.
Saat itu yang dijadikan acuan adalah pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa dan negara-negara maju lainnya sebagai Jepang yang semakin stagnan karena struktur masyarakatnya yang semakin berumur dan siklus pertumbuhan ekonominya yang sudah memasuki tahap mature atau matang. Resesi perekonomian saat ini justru mengukuhkan posisi Asia bukan saja sebagai masa depan perekonomian dunia, tapi justru sebagai penyelamat.
China dan india akan mengalami goncangan yag cukup mengkhawatirkan sebagai akibat dari resesi di AS. Kedua negara asia adidaya tersebut bergantung kepada daya beli masyarakat dan perusahaan global yang berbasis di AS dan Eropa. India dengan industri teknologi informasi (TI) dan China dengan ekspor barang konsumennya.
China dan India pasti dipaksa untuk melakukan berbagai penyesuaian internal melalui kebijakan-kebijakan ekonomi yang sifatnya  terobosan untuk menyelamatkan perekonomian masing-masing dari dampak resesi AS yang terlalu dalam. Penyesuaian-penyesuaian tersebut bisa menimbulkan kekhawatiran bagi para penanam modal khususnya dalam hal kepastian regulasi. Hal ini bisa berdampak negatif terhadap iklim investasi di kedua negara.
Nah ini adalah berkah kedua dari resesi saat ini bagi Indonesia. Ketika para penanam modal sudah pasti datang dan mencari peluang di Asia di luar China dan India, Indonesia sebagai negara terbesar ketiga harusnya diuntungkan karena lima hal utama: ukuran pasar domestik yang sangat besar, tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat yang semakin meningkat, potensi sumber daya alam yang sangat kaya, stabilitas politik dan demokrasi yang terus terbangun dengan baik, serta rezim devisa bebas yang merupakan daya tarik tersendiri karena memberikan fleksibilitas keuangan yang sangat tinggi bagi penanam modal.
Berkah ketiga adalah perubahan yang akan terjadi di dalam kawasan Asa itu sendiri dengan bergesernya atau setidaknya terbaginya episentrum perekonomian global. Stephen Roach, Mantan Chief Economist Morgan Stanley yang sekarang menjadi Chairman Morgan Stanley Asia Pacific menulis buku dan memberi judul yang sangat tepat ' The New Asia '. artiya tidak saja Asia akan menjadi masa depan perekonomian global, tapi perekonomian Asia itu sendiri akan mengalami perubahan yang cukup besar dan mendasar.
Singkatnya, untuk membuat prospek investasi Indonesia tetap cerah maka pemerintah harus mampu memadukan kapasitas dan keunggulan Indonesia, dengan peluang yang ada, serta dengan terus menyadari perubahan yang sedang terjadi.
Sepanjang empat setengah tahun terkhir, pemerintah melalui BKPM berusaha untuk menyelesaikan beragam permasalahan praktis yang terjadi di lapangan seperti rumit dan lamanya proses persetujuan izin investasi, menyamakan pelakuan terhadap investor asing dan domestik, dilanjutkan dengan meningkatkan kejelasan peraturan investasi di Indonesia.
Prospek investasi yang sangat baik ini juga dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia. Indonesia hanya perlu menetapkan sistem hukum investasi yang dapat melancarkan laju investasi bagi kedua belah pihak. Dan meningkatkan segal sumber daya manusia agar bisa bekerja sama dengan baik bersama investor asing dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
http://www.antaranews.com/berita/1307876425/peluang-investasi-di-indonesia-harus-dimanfaatkan-maksimal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar