Welcome at My Blog.....

Selamat datang di blog saya, semoga para pembaca mendapatkan manfaat dan inspirasi dari tulisan yang ada di blog ini,, selamat membaca!!!!!

Create your own at MyNiceProfile.com

Senin, 28 Maret 2011

KEBIJAKAN FISKAL


KEBIJKAN FISKAL
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
1. Pendapatan
Gambaran pendapatan didominasu oleh perubahan relative pada tiga bidang utama yang penting, yaitu pendapatan dari minyak dan gas, pendapatan domestic yang lain (biasanya mengacu pada pendapatan domestic non-minyak, NODR di Indonesia) dan bantuan luar negeri.
a. Peran penting dari bantuan
Sepanjang periode ini bagian dari bantuan jatuh sebesar kurang dari 20% dan selama tahun 1980an sama rendahnya sampai dengan 13%. Namun demikian, hanya saat pemerintah mampu di dalam menghormati sentiment nasionalis, nilai credible untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri menurunkan harga minyak yang mengakibatkan perubahan utama di dalam komposisi pendapatan yang lain.
b. Nord dan reformasi pada tahun 1980an
Jumlah batuan yang besar, selain pendapatan minyak, mempunyai efek merugikan bagi NODR sejak akhir tahun 1960an sampai dengan pertengahan tahun 1980an. Bagian NODR di dalam total pendapatan terbagi dua sepanjang periode 1968-79 (dari 64,9% sampai dengan 30,2%) dan jatuhnya masih lebih jauh selama bom minyak yang kedua  sampai sebesar 25,8% pada tahun 1981.
2. Pengeluaran
a. Kecenderungan utama
Kecenderungan di dalam pengeluaran mencerminkan sisi pendapatan dalam aspek-aspek yang penting. Pengeluaraan riil pemerintah meningkat sangat tajam pada tahun 1970an akibat dampak langsung pada pendapatan minyak dan pemasukan bantuan.
3. Komponen Utama
Persentase data-data yang berhubungan dengan anggaran (anggaran belanja) di Indonesia tidak memudahkan analisis kebijaksanaan fiskal dan komponen-komponennya. Disesalkan, bahwa tidak ada perkiranaan keseluruhan pengaruh anggaran keuangan yang tersedia dan bahwa integrasi pengeluaran sektoral tidak ada. Namun, sejumlah observasi dapat dibuat yaitu pada dua komponen belanja rutin dan pembangunan.
4. Prinsip Anggaran Berimbang
Tidak ada selogan yang lebih sentral pada filosofi ekonomi ORBA ketimbang ‘anggaran yang berimbang’ (AB). Tentu saja di dalam pemikiran ekonomi AB merupakan fiksi. Anggaran adalah ‘seimbang’ hanya kerena item yang membiayai defisit (bantuan dan pinjaman eksternal) dihitung sebagai ‘pendapatan’. Jika mereka ditiadakan, anggaran  tidak akan seimbang dan sepanjang tahun akan terlihat seperti melakukan difisit. Maka prinsip AB memunculkan pertanyaan ekonomi dan politik yang menarik.

Sumber : http://djaka1.wordpress.com/2010/08/25/kebijakan-fiskal-dan-moneter/

INVESTASI


INVESTASI
1.                 Pengertian
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
2.                Bentuk – bentuk Investasi

Resiko

Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi

Kamis, 24 Maret 2011

Strategi dan Rencana Pembangunan Perekonomian Indonesia

Strategi dan Rencana Pembangunan Perekonomian Indonesia


Perencanaan Ekonomi di Indonesia
Tidak semua persoalan ekonomi dapat dipecahkan melalui bekerjanya mekanisme harga. Oleh karena itu, untuk memacu pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, tidak dapat hanya mengandalkan pada mekanisme harga. Tetapi lebih jauh dari itu diperlukan peran pemerintah untuk memutuskan perencanaan ekonomi tertentu. Perencanaan ekonomi mengandalkan pengaturan dan pengarahan kegiatan melalui tindakan yang terkoordinasi secara sistematis oleh pemerintah dengan tujuan mencapai target-target tertentu, berdasarkan tujuan-tujuan tertentu, dan dengan cara sebaik mungkin dalam periode waktu tertentu. Perencanaan ekonomi berisikan model-model perencanaan tertentu. Ada 3 model utama yang sering digunakan, yaitu model agregatif, model sektoral, model multisektoral. Sebagai suatu proses, perencanaan ekonomi memiliki prosedur tertentu, yaitu pengumpulan data, analisis dan perumusan tujuan, penentuan target, perumusan kebijakan, dan strategi serta gambaran keseluruhan rencana pembangunan daerah. Mekanisme perencanaan ekonomi di Indonesia dimulai dari penetapan GBHN, kemudian dijabarkan melalui Repelita dan dioperasionalkan melalui APBN.
Lembaga Perencanaan Pembangunan di Indonesia
a. Mekanisme Perekonomian Indonesia diatur dalam UUD 1945, khususnya Pasal 33.
b. Sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi campuran, yang ditandai oleh adanya perencanaan pusat beserta Pola Umum Pembangunan Nasional dan beroperasinya mekanisme pasar yang terkendali.
c. Sistem perekonomian campuran menghendaki adanya perencanaan ekonomi, baik untuk tingkat nasional maupun daerah. Pada tingkat nasional, perencanaan tersebut ditangani oleh BAPPENAS, sedang di tingkat daerah oleh BAPPEDA.


SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
(UndangUndangNo.25/2004)

  • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
  •  Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara.
  •  Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah
RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

  • Perencanaan Pembangunan Nasional mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  •  Perencanaan Pembangunan Nasional terdiri atas perencanaan pembangunan yang disusun secara terpadu oleh Kementerian/Lembaga dan perencanaan pembangunan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.
a)      PerencanaanJangkaPanjang
b)      PerencanaanJangkaMenengah
c)      PerencanaanTahunan

Sumber :
http://ditpolkom.bappenas.go.id/basedir/Daftar%20Pidato/2%29%20Menteri%20Negara%20PPN%20atau%20Kepala%20Bappenas/Kebijakan%20dan%20Strategi%20Perencanaan%20Pembangunan%20Nasional%20dalam%20Mendukung%20Pembangunan%20Bidang%20Ko.pdf

Minggu, 20 Maret 2011

Peta Perekonomian Kota Kalimantan (Banjarmasin)


Peta Perekonomian Kota Kalimantan (Banjarmasin)

BANJARMASIN

Kota Banjarmasin yang letaknya strategis yaitu di sekitar muara Sungai Barito,
menyebabkan kampung kecil (Kampung Banjar) menjadi gerbang bagi kapal-kapal
yang hendak berlayar ke daerah pedalaman di Kalimantan Selatan dan Kalimantan
tengah. Dan cikal bakal Kota Banjarmasin ini berkembang menjadi bandar
perdagangan dan ramai dikunjungi kapal-kapal dagang dari pelbagai negeri.
                                                                                                                                        
1. Orientasi Wilayah
Wilayah Kota Banjarmasin memiliki luas wilayah 72 Km² dengan batas-batas berikut :
  •  Batas Utara : Kabupaten Barito Utara
  •  Batas Selatan : Kabupaten Banjar
  • Batas Timur : Kabupaten Banjar
  • Batas Barat : Kabupaten Barito Kuala
Kota Banjarmasin, dengan kondisi daerah yang berawa-rawa (perpaya-paya),
tergenang air dan pengaruh dengan musim hujan dan musim kemarau dan memiliki
Flora dan Fauna yang spesifik, juga cukup kaya akan sumber nutfahnya.
Wilayah rawanya ditumbuhi berbagai jenis tanaman diantaranya jenis Rambai
(soneritia Alba), Ranggas (Gluta Rengas), Bakau Panggang, Pulantan (Alstonia Sp) /
api-api, Waru Tancang (Brueiera SP), Belangiran (Shorea belangiran) Jambu (Eugenia
Sp), nipah, Pandan, Bakung piai dan Jeruju. Adapun Fauna yang hidup seperti
mamalia Bekantan dan Kera. Jenis melata ; Biawak.
Jenis Aves ; Ketilang. Jenis Ikan ; Gabus, Papuyu, Patin. Bekantan adalah kera spesial
yang hanya ditemukan di sini, penampilan fisik dari Bekantan sangat lucu. Dengan
bulu yang berwarna coklat kemerahan dan hidung yang panjang. Binatang ini
dipercaya oleh sebagian warga bisa mendatangkan kebaikan dan keberuntungan.
 
2. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Kota Banjarmasin dengan luas 72 km2, pada tahun 2002 jumlah penduduknya
mencapai 527.415 jiwa, dengan kepadatan rata-rata 7.325 jiwa/km2. Wilayah dengan
kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Banjarmasin Barat, yaitu 9.418
jiwa/km2. Sedangkan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah yaitu kecamatan
Banjarmasin utara (5.205 jiwa/km2).
3.   3. Kondisi Perekonomian Daerah
Dari data tahun 2001, kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian
Kota Banjarmasin yaitu sektor industri pengolahan (30,37%), kemudian diikuti oleh
sektor pengangkutan dan komunikasi (22,58%), perdagangan, hotel dan restoran
(15,69%), sektor keuangan (10,67%), jasa-jasa (10,51%), Sedangkan sektor lainnya
(10,18%) meliputi sektor bangunan, , listrik, dan gas, serta pertanian.

    4. Keuangan Daerah
Dari sisi penerimaan APBD Kota Banjarmasin pada tahun 2003, penerimaan daerah
yang berasal dari Dana Perimbangan merupakan yang terbesar yaitu sekitar 84% atau
sekitar 235 milyar dari sekitar 277 milyar, sedangkan penerimaan yang berasal dari
Pendapatan Asli Daerah menyumbang sekitar 9,6% atau sekitar 26,9 milyar.
Sedangkan penerimaan lain yang sah yaitu sebesar 18,1 milyar.
Dari sisi pengeluaran, anggaran terbesar, diperuntukan bagi administrasi umum yaitu
hampir sekitar 65% atau sekitar 180 milyar. 
           5. Obyek Wisata
Pasar Terapung adalah Objek Wisata Unggulan  Kota Banjarmasin yang telah terkenal ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara. Pasar Terapung sudah ada sejak dahulu, sejak masa perdagangan masih menggunakan sistem barter hingga sekarang. Karena semua aktivitas transaksi jual beli diadakan di atas sungai, maka Pasar ini dinamakan Pasar Terapung.
Salah satu tempat wisata lainnya adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang berada dijalan Jendral Sudirman. Mesjid ini berdiri megah di jantung kota Banjarmasin menghadap sungai Martapura. Bangunan masjid arsitektur modern dengan dikelilingi lima menara yang menjulang tinggi serta taman masjid yang luas dan indah menjadi minat besar para wisatawan untuk mwngunjunginya.
Sumber :

Senin, 07 Maret 2011

Berantas Pengangguran dengan memperbarui Sumber Daya Manusia


 Pengangguran yang tak pernah

Pengangguran adalah masalah terbesar yang ada di perekonomian Indonesia. Pengangguran adalah salah satu hal yang hingga saat ini sulit untuk di perbaiki, mungkin karena lowongan pekerjaan yang sulit atau sumber daya manusia yang semakin menurun. Pertanyaan terbesar yang kini sulit untuk dijawab adalah salah siapa yang hingga kini menjadikan Indonesia menjadi Negara yang dipenuhi dengan orang pengangguran?
Pengangguran itu sendiri adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran   adalah sebagai berikut:
  1. 1.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.
Contohnya seperti suatu perguruan tinggi yang dapat meluluskan mahasiswanya sebanyak 2000 orang sementara lapangan pekerjaan yang tersedia tak sebanding dengan mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan.
  1. 2.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
  1. 3.      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat  pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.
  1. 4.      Meningkatnya peranan dan aspirasi  Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia
  1. 5.      Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
 Mari kita telaah satu persatu, suatu pekerjaan apapun lahir karena adanya dasar keahlian dalam suatu bidang, entah itu dalam proses pembelajaran disekolah ataupun secara ortodidak. Dewasanya saat ini banyak terlahir pengusaha sukses yang lahir dari hasil ortodidaknya yang awalnya hanya sekedar mencoba namun banyak yang menghasilkan ketertarikan dari masyarakat umum. Nah yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana memunculkan ide baru untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan ketertarikan dan keunikan dimata masyarakat ini.
Tidak selamanya sukses itu lahir dari perusahaan apa kita bekerja tapi dari seberapa besar kekreatifan kita menimbulkan ide dan hal baru. Banyak pengangguran yang menganggur karena ia hanya menunggu lowongan pekerjaan dari suatu perusahaan atau instansi yang membuka lowongan pekerjaan. Itu adalah masalah terbesar dari banyak pengangguran di Indonesia. Apabila kita telaah memang bekerja di suatu perusahaan tidak membuat kita pusing akan untung ataupun rugi, karena tiap bulannya pasti diberikan upah atas pekerjaan yang telah kita lakukan. Tapi berpikirlah bahwa bekerja sebagai pesuruh itu tak selamanya baik dan menyenangkan.
Mari untuk jadikan diri yang lebih kratif dan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih produktif lagi untuk membangun sebuah lapangan pekerjaan baru dan membantu para pengangguran dapat bekerja sehingga tingkat pengangguran di Indonesia berkurang dan dapat memajukan Negara kita tercinta.


Nama : Isti Putri Pujianti
kelas  :  1EB09
NPM :  23210673

Rabu, 16 Februari 2011

SISTEM EKONOMI INDONESIA

SISTEM EKONOMI

Jelaskan apa yang di maksud dengan system ekonomi?
            Begitu banyak pendapat yang memberikan pengertian mengenai apa sebenarnya yang diartikan dengan system ekonomi. Menurut Dumairy, system ekonomi adalah suatu system yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah system ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun non formal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan ekonomian; serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat ditempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.
Bisa disimpulkan bahwa system ekonomi adalah sebuah system yang yang pada dasarnya sudah terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Persoalan-persoalan ekonomi pada hakekatnya adalah masalah transformasi atau pengolahan alat-alat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor- faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan (skill) menjadi barang dan jasa.

Cirri-ciri perbedaan antarsistem ekonomi satu dengan yang lainnya : 
  • Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan 
  • Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
  • Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat reproduksi
  • Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
  • Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
  • Pengaturan motivasi usaha
  •  Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
  •  Penentuan pertumbuhan ekonomi
  • Pengendalian stabilitas ekonomi
  •  Pengambilan keputusan
  • Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Macam-macam system ekonomi :
1.      System Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu system ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama di miliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. Ada enam asas yang dapat dilihat sebagai cirri-ciri dari system ekonomi kapitalis :
a)      Hak milik pribadi
b)      Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
c)      Motif kepentingan diri sendiri
d)      Persaingan
e)      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
f)       Peranan terbatas pemerintah

2.      System Ekonomi Sosialis
System ekonomi sosialis adalah kebalikan dari system ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat.
            Ada enam kriteria system ekonomi sosialis :
a)      Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha
b)      Prinsip-prinsip kemerataan social menjadi tekad warga masyarakat
c)      Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi
d)      Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hokum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi
e)      Kebijaksanaan structural
f)       Konformitas pasar dan persaingan

3.      System Ekonomi Campuran
System ekonomi campuran adalah system yang mengandung beberapa elemen dari system ekonomi kapitalis dan system ekonomi sosialis. Dalam system ekonomi campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.


SEJARAH EKONOMI INDONESIA
Selama dekade 1950an, pertumbuhan ekonomi rata-rata 7%. Periode 1960 – 1966, pertumbuhan ekonomi 1,9% dan stagflasi (high rate of unemployment and inflation). Periode 1955 – 1965, rata-rata pendapatan pemerintah Rp 151 juta dan pengeluaran Rp 359 juta. Produksi sektor pertanian dan perindustrian sangat rendah sebagai akibat dari kurangnya kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung. Jumlah uang yang beredar berlebihan, sehingga terjadi inflasi.
Dapat disimpulkan bahwa buruknya perekonomian Indonesia selama pemerintahan Orde Lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi, fisik, maupun nonfisik selama pendudukan jepang, Perang Dunia II, dan perang revolusi, serta gejolak politik di dalam negeri .
Sejak Maret 1966. Pemerintah mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Pemerintah meninggalkan idiologi komunis dan menjalin hubungan dengan Negara barat dan menjadi anggota PBB, IMF, dan Bank Dunia.
      Sebagai suatu rangkuman, sejak masa orde lama hingga berakhirnya masa Orde Baru dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami dua orientasi kebijakan ekonomi yang berbeda, yakni dari ekonomi tertutup yang berorientasi sosialis pada zaman rezim Soekarno ke ekonomi terbuka berorientasi kapitalis pada masa pemerintahan Soeharto. Perubahan orientasi kebijakan ekonomi ini membuat kinerja ekonomi nasional pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi jauh lebih baik dibandingkan pada masa pemerintahan Orde Lama.

 Sumber : Buku "Perekonomia Indonesia (beberapa masalah penting)" 
Dr. Tulus T.H. Tambunan 
Penerbit Ghalia Indonesia

Nama : Isti Putri Pujianti
NPM  : 23210673
Kelas  : 1EB09
Tugas Perekonomian Indonesia
Softskill..