Welcome at My Blog.....

Selamat datang di blog saya, semoga para pembaca mendapatkan manfaat dan inspirasi dari tulisan yang ada di blog ini,, selamat membaca!!!!!

Create your own at MyNiceProfile.com

Senin, 07 Maret 2011

Berantas Pengangguran dengan memperbarui Sumber Daya Manusia


 Pengangguran yang tak pernah

Pengangguran adalah masalah terbesar yang ada di perekonomian Indonesia. Pengangguran adalah salah satu hal yang hingga saat ini sulit untuk di perbaiki, mungkin karena lowongan pekerjaan yang sulit atau sumber daya manusia yang semakin menurun. Pertanyaan terbesar yang kini sulit untuk dijawab adalah salah siapa yang hingga kini menjadikan Indonesia menjadi Negara yang dipenuhi dengan orang pengangguran?
Pengangguran itu sendiri adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran   adalah sebagai berikut:
  1. 1.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.
Contohnya seperti suatu perguruan tinggi yang dapat meluluskan mahasiswanya sebanyak 2000 orang sementara lapangan pekerjaan yang tersedia tak sebanding dengan mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan.
  1. 2.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
  1. 3.      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat  pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.
  1. 4.      Meningkatnya peranan dan aspirasi  Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia
  1. 5.      Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
 Mari kita telaah satu persatu, suatu pekerjaan apapun lahir karena adanya dasar keahlian dalam suatu bidang, entah itu dalam proses pembelajaran disekolah ataupun secara ortodidak. Dewasanya saat ini banyak terlahir pengusaha sukses yang lahir dari hasil ortodidaknya yang awalnya hanya sekedar mencoba namun banyak yang menghasilkan ketertarikan dari masyarakat umum. Nah yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana memunculkan ide baru untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan ketertarikan dan keunikan dimata masyarakat ini.
Tidak selamanya sukses itu lahir dari perusahaan apa kita bekerja tapi dari seberapa besar kekreatifan kita menimbulkan ide dan hal baru. Banyak pengangguran yang menganggur karena ia hanya menunggu lowongan pekerjaan dari suatu perusahaan atau instansi yang membuka lowongan pekerjaan. Itu adalah masalah terbesar dari banyak pengangguran di Indonesia. Apabila kita telaah memang bekerja di suatu perusahaan tidak membuat kita pusing akan untung ataupun rugi, karena tiap bulannya pasti diberikan upah atas pekerjaan yang telah kita lakukan. Tapi berpikirlah bahwa bekerja sebagai pesuruh itu tak selamanya baik dan menyenangkan.
Mari untuk jadikan diri yang lebih kratif dan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih produktif lagi untuk membangun sebuah lapangan pekerjaan baru dan membantu para pengangguran dapat bekerja sehingga tingkat pengangguran di Indonesia berkurang dan dapat memajukan Negara kita tercinta.


Nama : Isti Putri Pujianti
kelas  :  1EB09
NPM :  23210673

Rabu, 16 Februari 2011

SISTEM EKONOMI INDONESIA

SISTEM EKONOMI

Jelaskan apa yang di maksud dengan system ekonomi?
            Begitu banyak pendapat yang memberikan pengertian mengenai apa sebenarnya yang diartikan dengan system ekonomi. Menurut Dumairy, system ekonomi adalah suatu system yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah system ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun non formal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan ekonomian; serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat ditempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.
Bisa disimpulkan bahwa system ekonomi adalah sebuah system yang yang pada dasarnya sudah terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Persoalan-persoalan ekonomi pada hakekatnya adalah masalah transformasi atau pengolahan alat-alat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor- faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan (skill) menjadi barang dan jasa.

Cirri-ciri perbedaan antarsistem ekonomi satu dengan yang lainnya : 
  • Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan 
  • Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
  • Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat reproduksi
  • Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
  • Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
  • Pengaturan motivasi usaha
  •  Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
  •  Penentuan pertumbuhan ekonomi
  • Pengendalian stabilitas ekonomi
  •  Pengambilan keputusan
  • Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Macam-macam system ekonomi :
1.      System Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu system ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama di miliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. Ada enam asas yang dapat dilihat sebagai cirri-ciri dari system ekonomi kapitalis :
a)      Hak milik pribadi
b)      Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
c)      Motif kepentingan diri sendiri
d)      Persaingan
e)      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
f)       Peranan terbatas pemerintah

2.      System Ekonomi Sosialis
System ekonomi sosialis adalah kebalikan dari system ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat.
            Ada enam kriteria system ekonomi sosialis :
a)      Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha
b)      Prinsip-prinsip kemerataan social menjadi tekad warga masyarakat
c)      Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi
d)      Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hokum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi
e)      Kebijaksanaan structural
f)       Konformitas pasar dan persaingan

3.      System Ekonomi Campuran
System ekonomi campuran adalah system yang mengandung beberapa elemen dari system ekonomi kapitalis dan system ekonomi sosialis. Dalam system ekonomi campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.


SEJARAH EKONOMI INDONESIA
Selama dekade 1950an, pertumbuhan ekonomi rata-rata 7%. Periode 1960 – 1966, pertumbuhan ekonomi 1,9% dan stagflasi (high rate of unemployment and inflation). Periode 1955 – 1965, rata-rata pendapatan pemerintah Rp 151 juta dan pengeluaran Rp 359 juta. Produksi sektor pertanian dan perindustrian sangat rendah sebagai akibat dari kurangnya kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung. Jumlah uang yang beredar berlebihan, sehingga terjadi inflasi.
Dapat disimpulkan bahwa buruknya perekonomian Indonesia selama pemerintahan Orde Lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi, fisik, maupun nonfisik selama pendudukan jepang, Perang Dunia II, dan perang revolusi, serta gejolak politik di dalam negeri .
Sejak Maret 1966. Pemerintah mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Pemerintah meninggalkan idiologi komunis dan menjalin hubungan dengan Negara barat dan menjadi anggota PBB, IMF, dan Bank Dunia.
      Sebagai suatu rangkuman, sejak masa orde lama hingga berakhirnya masa Orde Baru dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami dua orientasi kebijakan ekonomi yang berbeda, yakni dari ekonomi tertutup yang berorientasi sosialis pada zaman rezim Soekarno ke ekonomi terbuka berorientasi kapitalis pada masa pemerintahan Soeharto. Perubahan orientasi kebijakan ekonomi ini membuat kinerja ekonomi nasional pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi jauh lebih baik dibandingkan pada masa pemerintahan Orde Lama.

 Sumber : Buku "Perekonomia Indonesia (beberapa masalah penting)" 
Dr. Tulus T.H. Tambunan 
Penerbit Ghalia Indonesia

Nama : Isti Putri Pujianti
NPM  : 23210673
Kelas  : 1EB09
Tugas Perekonomian Indonesia
Softskill..


Kamis, 09 Desember 2010

tugas pengantar bisnis (bisnis internasional)

BISNIS INTERNASIONAL
Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis, baik pemerintah maupun swasta, yang melibatkan dua negara atau lebih.
Mengapa kita perlu tertarik mempelajari bisnis ini? Jawaban sederhananya adalah bisnis ini meliputi bisnis skala besar maupun berkembang dari seluruh bidang usaha.
Hari ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, akan terpengaruh oleh kegiatan dan kompetisi global, karena sebagian besar menjual keluar dan/atau investor yang aman dari luar negeri dan/atau bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri.
Beberapa perusahaan yang terlibat dalam beberapa bentuk bisnis internasional melakukan kegiatan ekspor dan impor dalam transaksinya.
Banyak dari ahli-ahli bisnis ini menyatakan bahwa ekspor adalah proses logis yang alami alam, terutama dilihat sebagai metode pemahaman negara sebagai target, yang sesuai dengan perpaduan pemasaran, mengembangkan rencana pemasaran berdasarkan penggunaan gabungan , melaksanakan rencana melalui strategi, dengan menggunakan metode kontrol untuk memastikan strategi untuk bertahan.
Proses ekspor ini dikaji dan dievaluasi secara berkala dan dimodifikasi yang dibuat dengan menggunakan percampuran, untuk mendapatkan pangsa pasar yang berdampak pada perubahan daya saing.
Pandangan ini tampaknya menunjukkan bahwa banyak teori bisnis internasional yang berkaitan dengan perusahaan yang berbasis internasional dan mempunyai ambisi-ambisi global, tidak sering berubah tergantung pada kebutuhan khusus dari setiap negara.
Inti masalah lain bisnis internasional adalah pertumbuhan perusahaan, pentingnya jaringan dan interaksi. Pandangan ini tampak pada cara dimana perusahaan dan organisasi berinteraksi dan membentuk jaringan, dimana satu sama lain memperoleh keuntungan komersial di pasar dunia.
Jaringan yang sama dapat menggunakan sub-kontraktor atau komponen, berbagi penelitian dan pengembangan atau biaya operasi yang sama. Jelas, ketika usaha merumuskan sebuah blok perdagangan tanpa hambatan internal, maka mereka benar-benar membuat jaringan mereka sendiri.
Kolaborasi dalam aerospace, manufaktur kendaraan dan teknik yang disponsori semua pembangunan suatu negara atau sekelompok negara berdasarkan pandangan mereka sendiri membangun jaringan internal pasar.
Jaringan dan interaksi pendekatan internationalisasi menunjukkan substansi yang dapat mempengaruhi keputusan ketika mengetahui bagaimana jaringan global pemain bekerja atau berinteraksi.
Misalnya, jaringan pasar yang penting adalah di Timur Tengah. Negara-negara Timur Tengah yang kaya, pasar yang berbeda, dengan bersemangat dan beragam warisan budaya. Ini berarti bahwa meskipun ada proses harmonisasi selama beberapa tahun terakhir, tetapi masih ada perbedaan.
Harus diakui bahwa karena peraturan dan kebutuhan negara-negara harus kembali karena mereka memasuki pasar global atau bisnis internasional, melakukan apapun jenis usaha dapat sangat kompleks. Harus diingat bahwa meskipun negara-negara Timur Tengah yang rata-rata berpenghasilan rendah, mereka ingin perbedaan budaya mereka diakui.
Individu atau perusahaan yang akan atau telah mengakui fakta ini memiliki kesempatan yang baik berhasil mengembangkan strategi pemasaran bisnis internasional untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untungnya, beberapa perusahaan telah menyadari perbedaan ini penting, ketika keputusan strategis dibuat untuk penetrasi ke pasar-pasar jenis ini.

Nama : Isti Putri Pujianti
Kelas : 1EB09
NPM : 23210673
Tugas Pengantar Bisnis


Sumber : http://www.anneahira.com/karir/bisnis-internasional.htm

Jumat, 26 November 2010

Tugas Pengantar Bisnis


ANALISIS PENGARUH INVESTASI, INFLASI, PENGELUARAN
PEMERINTAH, PENAWARAN UANG DAN EKSPOR TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 1981-2006



Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas
manusia, yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan
dengan pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global. Pembangunan yang terpusat
dan tidak merata yang dilaksanakan selama ini ternyata hanya mengutamakan
pertumbuhan ekonomi serta tidak diimbangi kehidupan sosial, politik,
ekonomi yang demokratis dan berkeadilan. Fundamental pembangunan
ekonomi yang rapuh, penyelenggaraan Negara yang sangat birokatis dan
cenderung korup serta tidak demokratis, telah menyebabkan krisis yang
mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Karena itu
reformasi disegala bidang dilakukan untuk bangkit kembali dan memperteguh
kepercayaan diri atas paradigma baru Indonesia masa depan.
Sumber-sumber ekonomi yang strategis dan dominan tergantung pada
faktor nonfisik dan faktor-faktor manajemen yang mempengaruhi penggunaan
sumber-sumber dominan untuk pertumbuhan yang kualitasnya cukup banyak
serta dengan kualitas cukup tinggi, tetapi bila manajemen penggunaannya
tidak menunjang maka laju pertumbuhan ekonomi akan rendah. Pertumbuhan
ekonomi melibatkan perubahan faktor-faktor permintaan yaitu perubahan
permintaan agregatif akan menyebabkan perubahan alokasi sumber-sumber
daya dalam perekonomian. Mekanisme perubahan alokatif harus terjadi
dengan cepat dan bebas agar kenaikan kapasitas produksi dapat direalisasi.
Dalam proses pertumbuhan ekonimi berupa sektor atau industri mengalami
penciutan atau perluasan secara lambat , pergerseran atau perpindahan sumber
daya dari sektor yang satu ke sektor yang lain harus dijamin mekanismenya,
terjadinya mungkin sebagian besar melalui mekanisme pasar sehingga
pemanfaatan atau penggunaan sumber daya dalam pertumbuhan ekonomi
dapat dilaksanakan secara efisien (Jhingan, 2000:65).
Sebagian pendapat berkeyakinan akan pemikiran yang berkesimpulan
bahwa hampir semua menganggap pembangunan identik dengan pertumbuhan
ekonomi, seperti tercermin dalam tujuan pembangunan. Sedangkan
pertumbuhan ekonomi merupakan fungsi dari investasi yang berarti
tergantung dari jumlah modal dan teknologi yang ditanam dan dikembangkan
dalam masyarakat. Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam
menentukan tingkat pendapatan nasional. Kegiatan investasi memungkinkan
suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan
kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan taraf kemakmuran
(Sukirno,2000:367). Adanya investasi-investasi baru memungkinkan
terciptanya barang modal baru sehingga akan menyerap faktor produksi baru
yaitu menciptakan lapangan pekerjaan baru atau kesempatan kerja yang akan
menyerap tenaga kerja yang pada gilirannya akan mengurangi pengangguran.
Dengan demikian akan menambah output dan pendapatan baru pada faktor
produksi akan menambah output nasional sehingga akan terjadi pertumbuhan
ekonomi.
Melihat kondisi Indonesia yang sedimikian rupa maka peningkatan
modal sangat berperan penting untuk meningkatkan perekonomian, oleh
karena itu pemerintah dan swasta berupaya meningkatkan pertumbuhan
ekonomi melalui penghimpunan dana yang diarahkan pada kegiatan ekonomi
produktif yaitu dengan menggenjot investasi, baik penanaman modal dalam
negeri maupun penanaman modal dalam negeri serta penimgkatan volume
perdagangan luar negeri melalui ekspor guna menambah cadangan devisa.
Kemudian untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu dijabarkan
dalam variabel-variabel ekonomi yang meliputi penciptaan kesempatan kerja,
pertumbuhan PDB dan menekan laju inflasi. Ketiga tujuan ekonomi tersebut
merupakan sarana dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan
pemerintah. Ketiga sasaran kebijakan ekonomi tersebut kadang satu dengan
yang lainnya saling bertentangan ( trade-off ), dalam arti jika diterapkan suatu
kebijakan ekonomi untuk mencapai salah satu sasaran, maka akibat
kebijaksanaan tersebut justru menjauhkan dari sasaran yang lain. Sebagai
misal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat mengakibatkan
terjadinya peningkatan pada harga umum atau menyebabkan terjadinya inflasi.
kebijakan moneter merupakan salah satu kebijaksanaan pemerintah
yang dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi. Apabila pemerintah memandang
bahwa tujuan pembangunan ekonomi tidak seperti yang diharapkan, misal
adanya pengangguran yang cukup tinggi, inflasi atau defisit dalam neraca
pembayaran, maka perlu adanya tindakan stabilisasi untuk menghilangkan dan
mengurangi pengangguran, menekan inflasi dan defisit neraca pembayaran.
Salah satu alat kebijakan ekonomi adalah easy money policy, yang
diharapkan dapat menciptakan kemudahan dalam memperoleh kredit
perbankkan untuk investasi. Kemudian yaang diciptakan ini akan berakibat
pada meningkatnya permintaan barang-barang investasi dan juga barangbarang
konsumsi. Meningkatnya permintaan ini akan mengakibatkan
kecenderungan kenaikan harga-harga umum atau mengakibatkan adanya
inflasi. Demikian pula sebaliknya, kebijakan untuk menekan laju inflasi dapat
mengakibatkan terlambatnya laju pertumbuhan, dengan menerapkan kebijakan
uang ketat. Kebijakan uang ketat ini akan ditandai dengan meningkatnya suku
bunga perbankkan yang cukup tinggi. Tingkat suku bunga yang cukup tinggi
akan mengakibatkan lemahnya laju pertumbuhan ekonomi dan laju penciptaan
kesempatan kerja.
Nama : Isti Putri Pujianti
NPM : 23210673

Sumber : http://etd.eprints.ums.ac.id/823/1/B300020065.pdf

Tugas Pengantar Bisnis...




Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ Ethos” yang berarti adat, akhlak, waktu perasaan, sikap dan cara berfikir atau adat-istiadat. Etik adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang. Etika adalah tuntutan mengenai perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan suatu jenis kegiatan manusia. Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-carauntuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yangberkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantungpada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan transaksi dan kegiatan yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
KEPENTINGAN ETIKA DALAM BISNIS
Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan erusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :
  • 1.       Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
  • 2.       Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
  • 3.       Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga
  • 4.       Akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif,misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling. berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
Kasus yang paling populer adalah Enron, Enron adalah perusahaan yang sangat bagus. Sebagai salah satu perusahaan yang menikmati booming industri energi di tahun 1990an, Enron sukses menyuplai energi ke pangsa pasar yang begitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi.
Kalau dilihat dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring booming industri energi, Enron memosisikan dirinya sebagai energy merchants: membeli natural gas dengan harga murah, kemudian dikonversi dalam energi listrik, lalu dijual dengan mengambil profit yang lumayan dari markup sale of power atau biasa disebut “spark spread“.
Sebagai sebuah entitas bisnis, Enron pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada di pasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya, Enron meninggalkan prestasi dan reputasi baik tersebut. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian tersungkur kolaps pada tahun 2001. Tepat satu tahun setelah California energy crisis.
Dalam waktu sangat singkat perusahaan yang tahun lalu masih membukukan pendapatan US$100 miliar, sekonyong-konyong harus melaporkan kebangkrutannya kepada otoritas pasar modal. Sebagai entitas bisnis, nilai kerugian Enron diperkirakan mencapai US$ 50 miliar. Sementara itu, pelaku pasar modal kehilangan US$ 32 miliar dan ribuan pegawai Enron harus menangisi amblasnya dana pensiun mereka tak kurang dari US$ 1 miliar. Saham Enron yang pada Agustus 2000 masih berharga US$ 90 per lembar, terjerembab jatuh hingga tidak lebih dari US$ 45 sen. Tidak heran kalau banyak kalangan menyebut peristiwa ini sebagai kebangkrutan terbesar dalam sejarah bisnis di Amerika Serikat. Sedemikian hebohnya, sampai-sampai seluruh media bisnis dan ekonomi terkemuka menempatkannya sebagai cover story. Majalah Time, Fortune, dan Business Week mengulasnya berhalaman-halaman. Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan itu, belakangan Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar (!) Menggelembungkan nilai pendapatan dan menyembunyikan utang senilai itu tentulah tidak bias dilakukan sembarang orang. Diperlukan keahlian "akrobatik" yang tinggi dari para professional yang bekerja pada atau disewa oleh Enron untuk menyulap angka-angka, sehingga selama bertahun-tahun kinerja keuangan perusahaan ini tampak tetap mencorong. Dengan kata lain, telah terjadi sebuah kolusi tingkat tinggi antara manajemen Enron, analis keuangan, para penasihat hukum, dan auditornya.
Komplikasi skandal ini bertambah, karena belakangan diketahui banyak sekali pejabat tinggi gedung putih dan politisi di Senat Amerika Serikat yang pernah menerima kucuran dana politik dari perusahaan ini. 70 persen senator, baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat, pernah menerima dana politik. Dalam Komite yang membidangi energi, 19 dari 23 anggotanya juga termasuk yang menerima sumbangan dari perusahaan itu. Sementara itu, tercatat 35 pejabat penting pemerintahan George W. Bush merupakan pemegang saham Enron, yang telah lama merupakan perusahaan publik. Dalam daftar perusahaan penyumbang dana politik, Enron tercatat menempati peringkat ke-36, dan penyumbang peringkat ke-12 dalam penggalangan dana kampanye Bush. Akibat pertalian semacam itu, banyak orang curiga pemerintahan Bush dan para politisi telah dan akan memberikan perlakuan istimewa, baik dalam bisnis Enron selama ini maupun dalam proses penyelamatan perusahaan itu.
Seleksi alam akhirnya berlaku. Perusahaan yang bagus akan mendapat reward, sementara yang buruk akan mendapat punishment. Termasuk juga pihak-pihak yang mendukung tercapainya hal tersebut — dalam hal ini Arthur Andersen.
Masyarakat akhirnya juga lebih aware terhadap pasar modal. Pemerintah pun juga makin hati-hati dalam melakukan pengawasan. Penyempurnaan terhadap sistem terus dilakukan. Salah satunya adalah lahirnya Sarbanes-Oxley Act. Akibat mendzolimi pelaku pasar lainnya, Enron akhirnya terkapar karena melakukan penipuan dan penyesatan. Pun bagi “Enron-wannabe” lainnya, perlu berpikir ulang dua-tiga kali untuk melakukan hal serupa.
Pelajaran apa yang dapat diambil dari megaskandal ini. Pertama, cepat atau lambat sebuah persekongkolan jahat pasti akan terbongkar. Kebohongan hanya bisa ditutupi secara permanen apabila si pelaku mampu secara permanen dan terus-menerus melakukan kebohongan lainnya. Dalam sebuah sistem terbuka seperti organisasi Enron, sulit untuk melakukan kebohongan itu secara terus-menerus, karena pelaku organisasi dalam tubuh Enron datang silih berganti. Dalam kasus Enron, seorang eksekutif yang berani telah membongkar semua persekongkolan itu.
Kedua, kasus-kasus kejahatan ekonomi tingkat tinggi selalu saja mengorbankan kepentingan orang banyak. Segelintir petinggi Enron dan sejumlah pihak yang tahu betul dan ikut merekayasa permainan ini, tentulah menerima manfaat keuangan dalam jumlah besar secara tidak etis.
Keserakahan segelintir profesional yang memanfaatkan ketidaktahuan dan keawaman banyak orang telah menyimpan bencana yang mencelakakan banyak pihak: ribuan pekerja, pemegang saham, para pemasok, kreditor, dan pihak-pihak lainnya.
Ketiga, terbongkarnya praktek persekongkolan tingkat tinggi ini menjadi bukti bahwa praktek bisnis yang bersih dan transparan akan lebih langgeng (sustainable). Prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance), saat ini boleh jadi menjadi cibiran di tengah situasi yang serba semrawut. Tetapi berusaha secara transparan, fair, akuntabel, seraya menjaga keseimbangan lingkungan, kiranya merupakan sikap yang lebih bertanggung jawab.



Nama : Isti Putri Pujianti
NPM : 23210673
Kelas : 1EB09
"menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab"

Sumber : http://snoopystory.blogspot.com/2009/12/pengertian-dan-contoh-kasus-etika.html

Senin, 22 November 2010

AKU

Terkadang aku merasa menjadi yang terkecil diantara mereka……

Aku hanya butiran embun yang tak terlihat…..

Aku adalah tangkai yang rendah dan mudah rapuh…..

Aku hanya sebagian kecil dari semua bintang yang ada di langit…..

Cahaya ku tak seterang bulan purnama……

Harumku tak seharum bunga mawar…..

Parasku tak secantik matahari terbenam…..

Aku bagaikan semut yang selalu melihat begitu indahnya sang merpati…..

Aku ingin menjadi sepercik api yang menghangatkan dunia ini…….

Anganku selalu melambung tinggi diangkasa….

Anganku ingin mengharumkan dunia ini dengan harum yang slama ini ku punya….

Walau cahaya ku tak begitu terang namun aku akan terus berusaha menerangi hidup ini….

Gelora semangatku selalu berkobar saat tangkaiku rapuh oleh sang gagak……

Aku adalah aku yang akan selalu menjadi yang terbaik walau aku tak bisa sempurna……

Untukmu Ibuku Tercinta

Untukmu Ibuku tercinta…

Teringat masa kecilku…
Teringat masa yang dimana aku sangat dijaga,, dimanja,, di belai dan peluknya…
Setiap malam ia kekurangan tidur karena tangisanku yang kelaparan…
Bahkan tiap malam ia rela tak tidur demi menjaga pulasnya tidurku…
Teringat ketika aku sakit..
Ia begitu cemas melihat aku yang kesakitan…
Ia menangis saat aku tak kuasa menahan rasa sakit…
Dan aku mendengar kata dari bibirnya “biar ibu yang menggantikan posisimu nak”
Ia rela menukarnya demi melihat anaknya sehat kembali…
Ia merawatku hingga aku sembuh…
Tulus hatinya sebening embun…
Ya Allah terimakasih Kau telah mengirim ku ke dunia ini dengan malaikat yang penuh kasih dan ketulusan…
Aku beruntung hidup bersamanya…
Dan dia adalah IBU…
Ibu,, trimaksih untuk segala pengorbananmu untukku yang tak mungkin aku balas seutuhnya…
Ibu,, trimakasih untuk perhatian dan kasih sayangmu yang membuatku mengerti arti kasih sayang dan cara mengasihi…
Ibu,, sejuta ucapan trimaksih pun tak kan mampu membalas semua yang tlah kau lakukan padaku hingga aku dewasa…
Ibu,, doaku selalu menyertaimu…
Tersenyumlah bu,, karena senyummu yang menguatkan aku dalam menjalani hidup ini…
Tak sanggup ku melihatmu menangis dalam kesedihan…
Karena kau adalah penyemangat dalam hidup ini…
Bu aku sangat menyangimu lebih dari apapun…
Aku rela melakukan apapun untuk kebahagianmu bu…
Maaf untuk segala kenakalan dan kesalhanku yang membuatmu kesal dan sedih…
Doaku selalu menyertaimu IBUKU TERCINTA…
Sebisa mungkin akan ku ganti pengorbananmu dengan kebahagian dan senyuman untukmu bu….